Kampus Bisnis Umar Usman Jakarta
Kampus Bisnis Umar Usman merupakan sebuah lembaga pendidikan formal di bawah naungan Dompet Duafa, yaitu sebuah lembaga SIZWAF (Shadaqah, Infaq, Zakat, dan Wakaf) Indonesia. Kampus yang berfokus untuk menjadikan mahasiswanya sebagai pengusaha, sesuai slogannya “Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha”. Dompet Duafa adalah sebuah lembaga resmi SIZWAF yang bersifat niralaba.Kampus Umar Usman menjadi salah satu bentuk nyata pengelolaan SIZWAF Dompet Duafa. Meskipun kampus ini menetapkan bayaran, namun biaya kuliahnya dibuat seminim mungkin karena para founder ingin menjadikan kampus ini sebagai bagian dari Investasi amal mereka.
Di tahun 2017 Kampus Bisnis Umar Usman memasuki tahun kelima dengan angkatan kelima pula. Perkuliahan dimulai awal bulan September 2017, selama satu bulan para mahasiswa harus mengikuti kegiatan matrikulasi. Kegiatan ini bertujuan supaya mahasiswa mengenal secara detail profil kampus, serta tahap pengenalan seluruh mahasiswa satu dengan yang lainnya.
1. Danu Shafwan (Founder Radja Cendol)
Pada Senin, 11 September 2017 para mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman memasuki materi matrikulasi minggu ke-2. Pengisi materinya pun adalah orang-orang yang sudah sukses berkecimpung di dunia bisnis. Mereka membagikan pengalaman mereka dalam menjalani bisnis dari titik terendah hingga bisa berada di posisi sekarang.
Yang pertama kali menceritakan sejarah perjalanannya di dunia bisnis adalah seorang CEO dari sebuah jajanan tradisional Indonesia yang kemudian dimodifikasi sedemikian rupa menjadi bentuk lebih modern atau kekinian. Seorang pria tampan masih muda bernama Danu Shafwan, founder dari Randol (Radja Cendol).
Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat itu membeberkan kisahnya yang penuh perjuangan dan keprihatinan sebelum mencapai hidup yang lebih mapan seperti sekarang.
Baca Juga : Mengintip Matrikulasi di Salah Satu Kampus Bisnis Jakarta
Ia mengawali cerita lika-liku kehidupannya dari semenjak usaha yang dijalankan sang Ayah mengalami kebangkrutan, tak lama setelahnya meninggal dunia. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, harus menjual barang-barang milik mereka. Sadar akan perekonomian keluarganya yang tidak stabil, ia berinisiatif untuk membantu keuangan keluarganya.
Sampai akhirnya ia mencoba peruntungannya dengan bisnis kuliner yang sudah lama melegenda yaitu cendol, namun di tangan seorang Danu ia mengemasnya menjadi salah satu minuman yang ngehits dikalangan anak muda. Usia bisnis yang dijalaninya belum genap dua tahun, dan Danu sudah berhasil memasarkan dengan system frenchise ke seluruh Indonesia.
Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman jangan pernah berhenti untuk mencoba. Kalau gagal, coba lagi, gagal lagi, coba terus sampai menemukan passion sejati. Dan satu hal yang harus diperhatikan di zaman millennial adalah memaksakan diri untuk melek teknologi. Sebab teknologi bukan lagi menjadi sebuah kebutuhan tersier, tapi sudah menjelma menjadi kebutuhan primer.
2. Ust. Hepi Andi Bastoni
Di hari Senin, 11 September 2017 selain Mas Danu juga ada pengisi materi yang disampaikan oleh Ust. Hepi Andi Bastoni. Beliau adalah seorang ustadz, yang juga penulis dan menjalani profesi sebagai pebisnis, dan menjelaskan bagaimana etika dalam berbisnis sesuai dengan ajaran Rasulullah.
· Mengenal Produk, artinya dalam menjual suatu barang sang penjual harus terlebih dahulu menguasai produk yang ditawarkan kepada konsumen. Salah satu cara yang dianjurkan dengan menggunakan atau mengonsumsi barang yang dijualkan.
· Bersifat jujur dan amanah.
· Menghindari sumpah palsu, transparan kepada pihak pembeli terkait barang yang dijual. Tidak menutupi kecacatan pada barang.
· Disiplin waktu :
- Menghargai waktu
- Pentingnya istirahat
- Memulai aktivitas di pagi hari
- Tidak melalaikan ibadah karena bisnis
· Mempermudah transaksi, yaitu tidak kaku dan memberatkan kolega, memberikan bonus dan meringankan harga, toleran dalam menagih ketat saat membayar utang.
· Berbisnis halal. Tidak semua jenis bisnis dianjurkan oleh Rasulullah. Karena dalam berbisnis pun harus diperhatikan kehalalannya. Baik itu produknya, akad, dan tidak menipu.
· Memiliki pencatatan yang rapi. Supaya jelas, pencatatan utang, kwitansi dan pembukuannya.
· Silaturahim.
- Berteman dengan siapa aja.
- Dan bertemu secara tatap muka bukan melalui media online.
· Perbanyak istighfar. Amalan ini juga bisa membantu mempermudah datangnya rezeki.
· Zakat dan sedekah. Sebagian rezeki yang diperoleh dari berbisnis hendaknya dikeluarkan untuk mereka yang berhak. Sebab Allah akan menghitung sebagai pahala dan mengganti dengan yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar