Kampus Bisnis Jakarta
Kampus Bisnis Jakarta yang memiliki fokus pembelajaran yang unik hanya Kampus Umar Usman, menganut bidang
pendidikan kewirausahaan. Kampus ini hanya memliki dua jurusan, yaitu Manajemen
Produksi dan Manajemen Pemasaran dengan system pembelajaran yang singkat.
Kuliah 1 tahun jadi pengusaha.
Proses belajar jurusan Manajemen Produksi dan Manajemen
Pemasaran kampus ini terbagi dalam dua kategori kelas, yaitu
Kelas Start up (Pemula) : mahasiswa yang memasuki kelas ini
belum memiliki produk untuk dikembangkan. Kemudian,
Kelas Grow up (Kelas Lanjutan) : dalam kelas ini adalah
perkumpulan mahasiwa-mahasiswa yang sudah memiliki produk, untuk bisa
dikembangkan.
Saat ini Kampus Bisnis Umar Usman sudah memiliki lima
angkatan, dan perkuliahan sudah mulai berjalan sejak awal September 2017.
Selama satu bulan para mahasiswa diharuskan mengikuti matrikulasi, sudah
berjalan dua minggu.
Di bulan matrikulasi pihak kampus mendatangkan para pembicara
yang sudah kompeten di dunia bisnis, dengan jenis bisnis yang beragam.
Di hari kedua minggu kedua, sesi pertama, yang menyampaikan
materi, seorang founder bisnis kuliner Dino Dunots.
1.
Gufron
Syarif
Karena melihat anaknya yang tidak semangat menjalani
kehidupan yang tidak sesuai passionnya, akhirnya sang Ayah mengizinkan anaknya
untuk mengikuti kata hatinya.
Setelah ia diberikan kesempatan untuk memilih jalan hidupnya,
hal yang menjadi tujuannya adalah berbisnis. Perjalanannya di dunia bisnis pun
sangat berliku. Mulai dari rugi ratusan juta dari bisnis sampah plastik bekas
di Jakarta, karena tidak mampu bersaing dari competitor yang sudah mempunyai
bisnis tersebut dengan jumlah dana yang sangat besar.
Baca Juga : Matrikulasi Kampus Bisnis Terbaik di Jakarta, Umar Usman
Baca Juga : Matrikulasi Kampus Bisnis Terbaik di Jakarta, Umar Usman
Tempat yang disewanya dan sudah dibayar penuh untuk dua
tahun, tiba-tiba disita oleh pihak bank, sebab sang pemilik rumah yang memiliki
bisnis batu bara mengalami kebangkrutan dan tidak mampu membayar pinjaman di
bank.
Di saat kondisi sedang keuangan minim ia tak menyerah begitu
saja, mendapat ide untuk produksi rending dalam kemasan, didukung juga istrinya
yang berasal dari padang.
Lalu ia mulai memasarkan di supermarket. Lagi-lagi ia
dimudahkan dalam prosesnya. Namun, sistem pembayaran dari pihak supermarket
yang menyulitkan usahanya untuk memutarkan modal.
Bisnisnya mulai bertumbuh dan punya beberapa cabang seperti
sekarang sangat terbantu dengan adanya teknologi dan sosial media, terutama
instagram.
Hidup di era serba teknologi, jika ingin maju kita memang
harus melek teknologi.
2.
Mr.
Joss
Selalu tanamkan niat untuk menjadi penghafal Quran, sebab
selain mendapat pahala yang berlimpah juga manfaat yang tiada tara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar