Jumat, 15 September 2017

Matrikulasi Minggu Kedua Kampus Bisnis Umar Usman Jakarta

Kampus Bisnis Umar Usman Jakarta

Kampus Bisnis Umar Usman merupakan sebuah lembaga pendidikan formal di bawah naungan Dompet Duafa, yaitu sebuah lembaga  SIZWAF (Shadaqah, Infaq, Zakat, dan Wakaf) Indonesia. Kampus yang berfokus untuk menjadikan mahasiswanya sebagai pengusaha, sesuai slogannya “Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha”. Dompet Duafa adalah sebuah lembaga resmi SIZWAF yang bersifat niralaba.

Kampus Umar Usman menjadi salah satu bentuk nyata pengelolaan SIZWAF Dompet Duafa. Meskipun kampus ini menetapkan bayaran, namun biaya kuliahnya dibuat seminim mungkin karena para founder ingin menjadikan kampus ini sebagai bagian dari Investasi amal mereka.

Di tahun 2017 Kampus Bisnis Umar Usman memasuki tahun kelima dengan angkatan kelima pula. Perkuliahan dimulai awal bulan September 2017, selama satu bulan para mahasiswa harus mengikuti kegiatan matrikulasi. Kegiatan ini bertujuan supaya mahasiswa mengenal secara detail profil kampus, serta tahap pengenalan seluruh mahasiswa satu dengan yang lainnya.

1.      Danu Shafwan (Founder Radja Cendol)

Kampus Bisnis Umar Usman Jakarta
Pada Senin, 11 September 2017 para mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman memasuki materi matrikulasi minggu ke-2. Pengisi materinya pun adalah orang-orang yang sudah sukses berkecimpung di dunia bisnis. Mereka membagikan pengalaman mereka dalam menjalani bisnis dari titik terendah hingga bisa berada di posisi sekarang.

Yang pertama kali menceritakan sejarah perjalanannya di dunia bisnis adalah seorang CEO dari sebuah jajanan tradisional Indonesia yang kemudian dimodifikasi sedemikian rupa menjadi bentuk lebih modern atau kekinian. Seorang pria tampan masih muda bernama Danu Shafwan, founder dari Randol (Radja Cendol).

Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat itu membeberkan kisahnya yang penuh perjuangan dan keprihatinan sebelum mencapai hidup yang lebih mapan seperti sekarang.

Baca Juga : Mengintip Matrikulasi di Salah Satu Kampus Bisnis Jakarta

Ia mengawali cerita lika-liku kehidupannya dari semenjak usaha yang dijalankan sang Ayah mengalami kebangkrutan, tak lama setelahnya meninggal dunia. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, harus menjual barang-barang milik mereka. Sadar akan perekonomian keluarganya yang tidak stabil, ia berinisiatif untuk membantu keuangan keluarganya.

Kampus Bisnis Umar Usman Jakarta

Kemudian ia mulai berjualan sepatu sebagai langkah awal, didasari dari kesukaannya mengoleksi sepatu. Namun, karena keterbatasan pengalaman dari seorang anak lulusan SMA, ia sering kali ditipu. Tapi itu tak menyurutkan semangatnya. Bahkan ia rela mengamen, menjadi kuli pasir, juga sopir demi menyambung hidup keluarganya.

Sampai akhirnya ia mencoba peruntungannya dengan bisnis kuliner yang sudah lama melegenda yaitu cendol, namun di tangan seorang Danu ia mengemasnya menjadi salah satu minuman yang ngehits dikalangan anak muda. Usia bisnis yang dijalaninya belum genap dua tahun, dan Danu sudah berhasil memasarkan dengan system frenchise ke seluruh Indonesia.

Kampus Bisnis Umar Usman Jakarta


Kampus Bisnis Umar Usman Jakarta

Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman jangan pernah berhenti untuk mencoba. Kalau gagal, coba lagi, gagal lagi, coba terus sampai menemukan passion sejati. Dan satu hal yang harus diperhatikan di zaman millennial adalah memaksakan diri untuk melek teknologi. Sebab teknologi bukan lagi menjadi sebuah kebutuhan tersier, tapi sudah menjelma menjadi kebutuhan primer.

2.      Ust. Hepi Andi Bastoni

Di hari Senin, 11 September 2017 selain Mas Danu juga ada pengisi materi yang disampaikan oleh Ust. Hepi Andi Bastoni. Beliau adalah seorang ustadz, yang juga penulis dan menjalani profesi sebagai pebisnis, dan menjelaskan bagaimana etika dalam berbisnis sesuai dengan ajaran Rasulullah.

Adapun etika yang harus diperhatikan dalam menjalankan bisnis sesuai tuntunan baginda Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam.

·         Mengenal Produk, artinya dalam menjual suatu barang sang penjual harus terlebih dahulu menguasai produk yang ditawarkan kepada konsumen. Salah satu cara yang dianjurkan dengan menggunakan atau mengonsumsi barang yang dijualkan.

·         Bersifat jujur dan amanah.

·         Menghindari sumpah palsu, transparan kepada pihak pembeli terkait barang yang dijual. Tidak menutupi kecacatan pada barang.

·         Disiplin waktu :

-       Menghargai waktu

-       Pentingnya istirahat

-       Memulai aktivitas di pagi hari

-       Tidak melalaikan ibadah karena bisnis

·         Mempermudah transaksi, yaitu tidak kaku dan memberatkan kolega, memberikan bonus dan meringankan harga, toleran dalam menagih ketat saat membayar utang.

·         Berbisnis halal. Tidak semua jenis bisnis dianjurkan oleh Rasulullah. Karena dalam berbisnis pun harus diperhatikan kehalalannya. Baik itu produknya, akad, dan tidak menipu.

·         Memiliki pencatatan yang rapi. Supaya jelas, pencatatan utang, kwitansi dan pembukuannya.

·         Silaturahim.

-       Berteman dengan siapa aja.

-       Dan bertemu secara tatap muka bukan melalui media online.

·         Perbanyak istighfar. Amalan ini juga bisa membantu mempermudah datangnya rezeki.

·        Zakat dan sedekah. Sebagian rezeki yang diperoleh dari berbisnis hendaknya dikeluarkan untuk mereka yang berhak. Sebab Allah akan menghitung sebagai pahala dan mengganti dengan yang lebih baik.
Kampus Bisnis Umar Usman Jakarta








Sabtu, 09 September 2017

32nd Umar Group is The Best

Assalamu’alaikum teman semua? Semoga kabar kalian selalu dalam keadaan baik dan diberikan rezeki berlimpah oleh Allah. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Saya ingin berbagi sedikit tentang mekanisme belajar Kampus Bisnis Umar Usman, tempat dimana saya menimba ilmu saat ini. Setelah menjalani matrikulasi pekan pertama selama tiga hari berturut-turut. Di hari ketiga, sesi terakhir adalah pembagian kelompok belajar.

Jadi selama satu tahun kedepan teman-teman yang akan diajak berdiskusi adalah kelompok yang ditentukan dari bidang akademik.

Setelah semua sudah berkumpul dengan kelompok masing-masing yang dibimbing oleh seorang fasilitator dengan sapaan khas Mr/Mrs –nya masing-masing.

Kali ini izinkan saya memperkenalkan orang-orang yang kini menjadi teman, saudara (seiman), sekaligus kompetitor (tentu bersaing secara sehat) selama di perkuliahan satu tahun ke depan. 

Grup Umar Usman 32, dibimbing ole Mr. Ki (panggilan akrabnya). Grup ini beranggotakan 12 orang dan mempunyai sapaan khas yaitu Boss. Ada Boss Amal, Boss Fakhrul, Boss Fandi, Boss Kirso, Boss Mya, Boss Rifa, Boss Ris, Boss Rul, Boss Syahid, Boss Van, Boss Wibi, dan Boss Zifah (saya :D). Kita berasal dari berbagai daerah di nusantara. 

Bukan tanpa alasan kami semua dipertemukan pasti ada makna, hikmah, dan maksud untuk bisa bekerjasama, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Saya berharap Grup Umar 32 selalu kompak dan mengerahkan kinerja terbaik. Walaupun waktu baru saja mempertemukan kita, bagi saya Umar 32 adalah yang terbaik. Semangat!



#MatrikulasiHariKetiga
#Review
#Part6

Saatnya Bersahabat dengan Teknologi

Sadarkah hidup kita saat ini tak bisa lepas dari teknologi? Semakin terbukanya pengetahuan manusia akan teknologi, menjalani hidup terasa semakin mudah. Nampaknya sesederhana apapun aktivitas kita pasti ada kaitannya dengan teknologi.

Dan yang lebih memukaunya lagi teknologi zaman sekarang juga bisa berfungsi sebagai sarana untuk mengoptimalkan percepatan sebuah bisnis dan menyebarkan kebaikan atau berdakwah. Jadi, bukan hanya tugas ulama dan ustadz untuk mensyiarkan ajaran agama, tapi kita semua. Harus jeli dan memaksimalkan manfaat terhadap kemudahan yang telah Allah berikan.

Keberadaan teknologi juga sangat dimanfaatkan oleh salah seorang pemuda lulusan Universitas Indonesia yakni Andrea senjaya, biasa dipanggil Mas Jay. Saat ini beliau menekuni bisnis digital di bidang pertanian bernama iGrow.



Pada kesempatan Selasa, 5 September 2017 dalam matrikulasi Batch 5, Mas Jay membagikan pengalaman hidupnya, menggeluti dunia teknologi. Proses yang dilalui panjang, tapi ia tak pernah menghentikan langkahnya. Ada banyak produk-produk digitalnya yang berakhir dengan tidak mendatangkan profit sama sekali.

Tapi semangatnya untuk memudahkan urusan orang lain, harus ditiru oleh anak-anak muda lain, apapun bisnisnya.. Sukses yang diimpikannya tidak melulu soal materi, tapi juga integrasi. Kejadian-kejadian pahit yang dating silih berganti tidak terlalu dipusingkannya.



Hingga saat ini start up digital buatannya yaitu “iGrow” mampu bertahan dan terus berkembang besar. Inilah hasil dari kegigihannya. Mungkin masih ada yang belum paham dengan iGrow. Saya akan mengulasnya secara singkat.

iGrow merupakan platform jual beli khusus bahan-bahan hasil pertanian, karya buatan Mas Jay. iGrow hanya sebagai jembatan yang menghubungkan para pendana, kepada petani dan pemilik tanah, sampai tahap akhir siap kirim ke tangan konsumen.



Untuk mendapat hasil panen yang cepat dan bermutu tinggi, Mas jay juga bekerja sama dengan para ilmuwan di bidang pertanian. Visinya sangat mulia, ia ingin mensejahterakan petani dengan aksi nyata melalui iGrow.

Selain iGrow Mas Jay juga membuat aplikasi pemantau kegiatan sehari-hari dalam ruang ibadah. Untuk menjaga keistiqomahan seseorang dalam melaksanakan amalan baik yang wajib ataupun sunnah. Dan ini gratis bisa di download di appstrore bernama yawme.




Semoga semangat dan visi hidup Mas Jay dapat menginspirasi juga bisa ditiru oleh anak-anak muda lainnya.



#MatrikulasiHarikedua
#Review
#Part4

Yakin Udah Kenal Dengan Diri Sendiri?

Assalamu’alaikum teman semua pada kesempatan kali ini saya ingin membahas sebuah tema yang menyangkut dengan kebiasaan sehari-hari kita sebagai manusia ciptaan Allah. Kalian juga sudah paham betul bahwa Allah Maha Besar, Dia pemilik kerajaan di langit dan bumi, tak ada yang tidak mungkin bagi Dia jika ingin berkehendak.



Begitupun dengan ciptaanNya di dunia. Ada miliyaran manusia hidup dan tinggal di muka bumi namun tak ada satupun yang serupa. Seperti bunyi pepatah populer “Setiap diri manusia adalah unik.” Nah apakah teman sudah tahu keunikan diri kalian dimana? Sudah sejauh mana Anda mengenali diri yang sebenarnya?

Menurut Ibu Dina Kamalia sebagai seseorang yang bisa menganalisa tipe kecenderungan setiap orang, memfatwakan bahwa proses mengenal diri berlanjut sepanjang hayat untuk terus bertumbuh. Dengan beragam metode yang berkembang saat ini, salah satu solusi untuk mengetahui seperti apa pribadi kita, dengan melakukan tes.


Salah satu konsep yang dipakai untuk mengetahui tipe kecenderungan diri setiap insan, dapat diketahui dengan mengadopsi DISC. Apa pula DISC itu ya? Udah penasaran kan? Yuk simak penjelasan di bawah.

Konsep DISC sebagai alat ukur untuk menggolongkan manusia berdasarkan tingkah lakunya dalam pekerjaan dan kelompok kerjanya, penjelasan dari Bu Dina saat mengisi materi di matrikulasi mahasiswa Kampus Umar Usman Batch 5 pada Rabu, 6 September 2017.

DISC sendiri adalah perwakilan dari setiap kata yaitu :
D = Dominance
I = Influence
S = Steadiness
C = Complience

Keempat kata di atas mewakilkan sifat-sifat yang menjadi kecenderungan dalam diri masing-masing orang.  Nah saya mau membeberkan sifat-sifat apa saja yang terwakilkan, dan adakah yang cocok dengan sifat teman-teman?



Sebelumnya saya ingin menegaskan bahwa konsep ini hanya untuk membantu kita lebih mengenal diri dan orang lain secara spesifik. Supaya terbantu dalam meningkatkan kualitas pribadi dan menghadapi orang lain dengan beragam karakter. Bukan sebagai acuan mutlak untuk dilabeli dalam diri, sehingga dijadikan sebuah alasan saat situasi tidak berjalan sesuai yang diinginkan.

Oke, kita mulai. Siap menjadi lebih baik?

Tipe D(ominance) :
·         Pengendali
·         Pemberani
·         Senang Bersaing
·         Fokus pada tugas
·         Berkemauan keras
·         Tidak sabaran

Tipe I(nfluence) :
·         Luwes
·         Senang bergaul
·         Optimis
·         Sigap
·         Berpengaruh
·         Emosional

Tipe S(teadiness) :
·         Tenang
·         Kalem
·         Harmonis
·         Rendah hati
·         Sabar
·         Lambat

Tipe C(omplience) :
·         Cerdik
·         Analitis
·         Hati-hati
·         Akurat
·         SOP Minded
·         Individual

Jadi sudah menemukan diri teman-teman ada di posisi mana? Setiap bagian ada kelebihan dan kelemehannya. Semoga membantu teman semua untuk lebih mengenal sifat diri sendiri, dan memaksimalkan kelebihan serta meminimalkan kelemahan.


Juga jadi lebih terarah dalam pendekatan komunikasi ketika berhadapan dengan orang yang berbeda sifat dengan kita. Semoga bermanfaat J. See ya~



#MatrikulasiHariKetiga
#Review
#Part5

Jumat, 08 September 2017

Persembahan Untuk Si Papa

Tepuk tangan begitu meriah terdengar di ruang aula ketika seseorang melenggangkan kakinya menuju panggung. Beliau terlihat gesit dan bersemangat untuk berbagi kisah kepada mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman di hari Selasa, 5 September 2017. Di usianya yang tak lagi muda, tapi bukanlah alasan bagi beliau untuk tak berjiwa muda.

Source : YouTube

Sosok kakek yang sangat peduli terhadap lingkungan sekitar, juga terhadap kaum yang berstatus ekonomi menengah ke bawah. Bernama lengkap Parni Hadi, sapaan hangat untuk beliau, Pak Parni.

Bermodalkan prinsip yang beliau pegang teguh bahwa “Menjadi Pengusaha adalah mengemban profesi mulia” juga “Kita adalah staff (karyawan: red) Rasulullah”, sebab beliau percaya bahwa manusia zaman sekarang merupakan pewaris tugas Rasulullah. Dengan kesungguhan niat dan hati yang tulus tercetuslah sebuah lembaga yang berorientasi pada pemberdayaan umat, dan sudah berkiprah hampir 25 tahun, yakni Dompet Dhuafa. Saat ini beliau menjabat sebagai ketua Pembina di lembaga sosial tersebut.

Banyak sekali cerita yang menginspirasi dari Pak Parni. Tidak sekadar sebuah cerita untuk dikenang namun terdapat makna terdalam, untuk diharapkan dari seluruh mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman suatu saat melanjutkan visi yang sudah lebih dulu diterapkan oleh Pak Parni yaitu, memberdayakan umat.

Pada sesi ini bukan hanya Pak Parni yang tampil, tapi juga ada sekawannya yaitu Pak Ismail Agus Said lebih akrab disapa Pak Is. Beliau menjabat sebagai ketua pengurus di lembaga Dompet Dhuafa.
Pada kesempatan yang ada Pak Is menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa merupakan lembaga multifungsi, karena bergerak di seluruh aspek. Seperti sebagai lembaga amil zakat, lembaga wakaf, lembaga kemanusiaan, lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga pemberdayaan masyarakat, hingga lembaga dakwah.

Sederhananya Dompet Dhuafa adalah jembatan bagi si kaya yang ingin berbagi kepada yang berhak. Dan memudahkan siapa saja yang ingin berbuat atas dasar kemanusiaan namun tak memiliki waktu untuk menemukan penerima yang tepat.


Teruslah menebar manfaat, dengan begitu hidup kita akan diberi banyak kemudahan atas izin Allah Yang Maha Kuasa.

#MatrikulasiHariKedua
#Review
#Part3

Spirit of Umar Usman

“Sebaik-baik harta berada di tangan orang beriman,” ungkap Mas Ippho Santosa saat tampil pada sesi kedua matrikulasi hari pertama, di hadapan ratusan mahasiswa Kampus Umar Usman Batch 5.


Beliau hadir dan menyampaikan wejangan terkait bisnis dan sosok-sosok panutan dalam Islam yang berkecimpung di dunia bisnis. Ialah Rasulullah manusia paling menginspirasi yang telah mewariskan kitab suci Al-Quran juga hadits-hadits supaya manusia dapat hidup tentram, damai, dan sejahtera sesuai ajaran yang telah dicontohkan terdahulu.

Dengan gairah penuh semangat Mas Ippho menjelaskan Spirit of Umar Usman. Makna dibalik lahirnya nama tertera pada Kampus Bisnis Umar Usman. Selain berkiblat pada cara berbisnis yang dilakukan Rasulullah, Mas Ippho sangat mengagumi dua orang sahabat yang hidup pada zaman Rasul, yakni Umar dan Usman.


Ada dua yang menjadi alasan kuat bagi seorang Ippho Santosa mengapa dua sosok ini sangatlah patut dijadikan panutan setelah Rasulullah, yakni ketauhidan dan jiwa pengusaha yang kuat. Keduanya adalah Sahabat Rasul yang pernah menjabat sebagai khalifah sekaligus menekuni dunia bisnis pada bidang yang berbeda. Karakter yang dimiliki keduanya sangat bertolak belakang namun jika disatukan keduanya akan saling melengkapi. Dan karakter yang melekat pada keduanya Mas Ippho Santosa berharap melalui Kampus Bisnis Umar Usman mampu mencetak sosok Umar dan Usman yang lain, mampu berpikir besar dan luas untuk kesejehateraan bersama.





Kampus Bisnis Umar Usman memang fokus membentuk dan menanamkan jiwa pengusaha kepada seluruh mahasiswanya. Dalam kesempatan itu Mas Ippho memberikan banyak nasihat dan kutipan-kutipan untuk memberikan semangat dan inspirasi, supaya para mahasiswa terbuka pemikirannya serta menyiapkan mental baja sebagai ciri khas menuju sukses menjadi pengusaha.


Beliau mengatakan dalam diri setiap pengusaha harus ada tiga sifat, yang mana dari ketiga sifat tersebut mampu memudahkan jalan mereka yang berjuang mencapai sukses dalam berbisnis di antaranya :

Itqan > Teliti, Hati-hati, Sepenuh hati, bermutu tunggi
Ikram > Memuliakan orang lain
Ittihad > Berkolaborasi (bekerja sama)



Materi yang disampaikan Mas Ippho Santosa merupakan penutup acara matrikulasi di hari pertama. Selama pekan pertama matrikulasi berjalan tiga hari.



#MatrikulasiHariPertama
#Review
#Part2

Kamis, 07 September 2017

Pelabuhan Ilmu

Setiap pagi jalanan di Jakarta sudah terlihat padat oleh beragam jenis transportasi yang melintasinya. Nampaknya pemandangan seperti itu adalah hal yang rutin disaksikan oleh warga sekitar. Mulai dari kendaraan umum hingga pribadi terlihat antri berbaris menunggu lampu merah berubah hijau di Jalan Jatipadang.

Pemandangan serupa juga terjadi di halaman Kampus Umar Usman pada Senin, 4 September 2017. Ratusan mahasiswa/i Batch 5 berbaris, lengkap dengan atribut yang sudah ditentukan. Terlihat juga beberapa fasilitator berdiri di depan membimbing adik-adik maba (red: mahasiswa baru)-nya. Rupanya hari itu untuk pertama kalinya mereka akan menjalani masa perkuliahan.

Sebelum memulai kuliah formal, selama satu bulan ke depan para mahasiswa harus menghadapi matrikulasi sebagai masa pengenalan latar belakang juga mata kuliah kampus lebih detail.


Selanjutnya mereka berkumpul di aula besar yang tersedia panggung di depan, untuk mendengar dan memperhatikan seksama, setiap materi yang di sampaikan. Supaya acara berjalan lancar, sudah ada dua pembawa acara yang memandu untuk setiap sesi.



Kedua pembawa acara juga sukses mencairkan suasana, sehingga membuat para mahasiswa Batch 5 terhibur. Di antaranya dengan mengadakan game.


“Siapa kita?” sahut kedua pembawa acara melantangkan jargon kebanggan kampus. Selalu mereka kumandangkan setiap kali ada waktu luang, juga untuk menjaga semangat mahasiswa mengikuti matrikulasi.

“Pengusaha!”  tegas dan jelas jawaban dari seluruh mahasiwa serempak.

“Pengusaha?”

“Umar Usman!”

“Umar Usman?”

“Kaya, Berkah, Berlimpah.”

“Umar Usman?”

“Jaya!”

“Umar Usman?”

“Jaya!!”

“Umar Usman?”

“Jaya, Jaya, Jaya!!!”





Seketika ruangan aula bergemuruh akibat bergemanya suara lantang mereka.

Ada yang unik dan menjadi ciri khas yang sangat berfaedah di Kampus Umar Usman, semua mahasiswa diperintahkan untuk membaca surat Ar-Rahman dalam mengawali kegiatan mereka. Pastinya dengan harapan apa yang dibagi ataupun didapat dari semua pihak terlibat terdapat keberkahan juga pahala berlimpah sebab satu huruf dalam Al-Qur’an bernilai sepuluh pahala, Masya Allah.


Seperti yang sudah dijadwalkan di hari pertama pekan pertama matrikulasi, materi paling awal yang akan disampaikan adalah tahap ta’aruf. Karena bila tak kenal maka tak sayang, benar atau betul? 😆
Pada sesi ini Ketua Rektor Kampus Umar Usman memperkenalkan tim hebat dan terbaiknya.

Orang-orang di balik layar Kampus Umar Usman inilah yang berjuang, hingga saat ini kampus terus mengalami pertumbuhan pesat di usianya yang masih sangat belia. Kinerja yang mereka kerahkan adalah totalitas terbaik. 


Selain itu ada beberapa materi terkait peraturan dan jadwal kampus yang disampaikan masing-masing oleh Mr. Henz dan Mrs. Ly.




Para mahasiswa sangat antusias mengikuti matrikulasi, selalu menunggu materi-materi luar biasa yang akan di sampaikan oleh narasumber lain.



#MatrikulasiHariPertama
#Review
#Part1